|
Platonic Komplain Terbuka Terhadap Admin, Perang Ukraina VS Romania – Campur Tangan Negara Lain, Banned Massal Setelah Perang Dingin di Kasus SA, Seputar Koroush – Kontroversi dari Iran, WTF (Wellness Transnational Funds).
Catatan Redaksi, Sepertinya perang di Ukraina tidak se simple yang kita kira, ada campur tangan negara lain di sana. Dari USA juga ada sebuah berita mengejutkan di mana Admin di kritik secara terbuka, dan sebuah wawancara exclusive yang di lakukan oleh Shakir, semuanya di racik dan di sarikan untuk anda. Selamat menikmati Redaksi, N3m0 PS: yang mau donasi harap donate ke account dark_side saja berhubung saya masih di Afrika. Terima kasih. WTF (Wellness Transnational Funds) Lisabon – Sebuah institusi swasta yang berlokasi di Portugal ini mencari investasi terbaik untuk nasional maupun internasional tetapi tetap dalam koridor pemerintahan di mana perusahaan itu berada, juga menawarkan untuk merekrut pegawai terbaik dengan upah yang lebih baik, termasuk beberapa keuntungan yang tidak di sebutkan untuk karyawan tersebut. Menurut berita yang di lansirnya, jaringannya telah menembus Zaire, Uganda, Rwanda, China, India, Iraq dan Sudan. Tapi belom diketahui dengan jelas apakah institusi ini akan berumur panjang atau hanya seumur jagung. (http://www.erepublik.com/article-267672.html) Banned Massal Setelah Perang Dingin di Kasus SA Jakarta – William Walker seorang warga Pakistan yang ikut terpancing dalam perseteruan antara NA dan Indonesia di forum eRep mencak-mencak dan ngomeli andmin karena admin telah membaned dia selama satu hari karena memperjuangkan pendapat Pakistan dan Indonesia. Seperti kita ketahui bersama issue South Africa memanas di forum dan berakhir dengan perang urat syaraf yang di lemparkan oleh kedua kubu. Ketika pihak Indonesia mulai tenang, ternyata Pakistan ikut terlarut pula dalam kancah tersebut. Banyak warga yang ikut serta dalam adu mulut tersebut mendapatkan banned 1 hari, beberapa di antaranya adalah dari Indonesia. Ada yang mendapatkan peringatan berikut alasan di banned, ada pula yang tidak mendapatkan peringatan. Apakah anda termasuk di antaranya? (http://www.erepublik.com/article-267301.html) Platonic Komplain Terbuka Terhadap Admin Washington – Masih berhubungan dengan banned massal ini, hal ini membuat seorang diplomat ulung gerah. Dialah Platonic, seorang diplomat yang berkali-kali di mintai bantuan untuk membuat draft perjanjian beberapa negara, termasuk draft perjanjian Indonesia dan Pakistan. Dia memberikan komplain terbuka kepada Admin karena keputusan Admin yang sepihak dengan melakukan banned terhadap beberapa orang yang di anggap tidak sesuai dengan sikap yang di inginkan oleh Admin. Platonic beranggapan bahwa game ini bukan lagi “life simulator” tetapi “life sanitizer” di mana semua hal yang jelek-jelek di hilangkan dari game. Termasuk sikap-sikap yang bertentangan dengan yang lain, pemain yang bermain tidak serius, pokoknya semua pemain yang bermain dengan “sikap tidak seharusnya”. Game ini seharusnya game social. Dan seharusnya admin tidak boleh marah kepada kita bila kita berinteraksi secara social. Tidak peduli apa yang di sukai oleh admin, semua hal yang jelek2x seperti mencaci, menghina, dan lain-lain adalah tindakan-tindakan yang wajar di lakukan oleh seorang manusia dalam bersosial. Akhirnya Platonic menawarkan dua hal kepada admin, menerima mereka sebagai manusia apa adanya atau memprogram ulang game dan menghilangkan sama sekali sifat2x kemanusiaan. Tidak ada tanggapan dari admin atas hal ini, dan complain ini di dukung oleh orang banyak, termasuk orang-orang yang selama ini bertentangan dengan Platonic. (http://www.erepublik.com/article-271411.html) Seputar Koroush – Kontroversi dari Iran Tehran – Koroush menyatakan sekali lagi bahwa dia tidak menggunakan klonengan, demikian salah satu pernyataan dia ketika melakukan pembicaraan dengan Shakir Nasrollah yang di rangkum dalam Shaki’s Report. Shakir berkesempatan untuk melakukan pembicaraan dengan Koroush di luar game, dan di kabarkan Koroush yang saat ini menjalani banned permanent sedang berkosentrasi untuk sekolahnya. Ada beberapa alasan menurut Koroush penyebab dia di banned. Menurutnya, pertama admin menuduh bila dia telah melakukan hack attempt dan melakukan multi. Hal ini di tentang dengan keras oleh dia yang di lain kesempatan Admin menuduh dia untuk alasan yang lain yaitu mempunya attitude yang jelek dengan pemain yang lain. Menurut percakapan itu, koroush masih mengerti dengan kondisi dari dalam game dari kontak dia yang masih bermain game. Dan dengan chat ini, koroush menunjukkan bila dia tidak melakukan multi. Koroush adalah seorang pemimpin yang kritis dan dulu pernah memobilisasi massa untuk mempersiapkan diri dari serangan Pakistan, pengangguran berkurang 50% dan juga dalam masa pemerintahannya dia membuat tutorial dalam bahasa inggris dan farsi untuk pemain baru. Demikian menurut laporan Shakir. Tapi di luar hal-hal yang positif itu, kami dari eRNews yang sering bercakap-cakap dengan beliau dulu dan juga mengikuti politik Iran, koroush juga memiliki jiwa yang radikal di mana dia secara terang-terangan melawan oposisinya, benci Indonesia karena Indonesia MPP dengan Pakistan, dan berulang kali membuat ramai di forum. Terakhir kali adalah dia berusaha untuk meminta kami menayangkan berita tentang pencurian uang yang di lakukan Izirbat sejumlah 6000gold. Kembali dalam report yang di lansir Shakir, Koroush dulu telah secara terang-terangan menghack beberapa account penting, dan melaporkannya kepada admin, tapi admin tidak melakukan tindakan apa-apa dan sama sekali menghiraukan complainnya. Dalam hubungan luar negeri di kabarkan Koroush hampir saja menjalin MPP dengan Swedia, dan juga di tunjukan oleh koroush sedikit transkrip pembicaraan dari IRC oleh Pakistan tentang siapa politikus yang sebaiknya memegang Iran. Memang berita ini sedikit condong untuk membela Koroush, tapi setidaknya ada tambahan informasi lain dari sang koroush. Kapan kah dia akan kembali?( http://www.erepublik.com/article-271462.html) Perang Ukraina VS Romania – Campur Tangan Negara Lain Jakarta – Perang sudah di pastikan akan melanda Ukraina, tapi sepertinya Ukraina tidak akan sendirian. Dari jumlah 50 an saja anggota pasukan Ukraina, sekarang telah melonjak melebih angka 60 dan terus bertambah. Dan dari publik Ukraina terlihat dengan jelas kedatangan para pasukan dari Turki untuk membantu Ukraina, dan BattalGazi - Presiden Turki ikut berkomentar walopun dengan kata “:)” saja. Di informasikan bila Turki sedang menunggu “waktu”. Dan rupanya eRNews tidak perlu menunggu lama, sebuah sumber yang dapat di percaya mengatakan bila Turki tidak akan membantu Ukraina bila Romania bersedia membayar sejumlah uang (demi menjaga hal-hal yang tidak di inginkan nilai pastinya tidak kami sebutkan, dan mohon team translator tidak perlu translate quote ini). Dari negeri ini juga ada “harapan” agar ada “negara lain” yang mau membantu suksesnya rencana mereka. Apakah kita akan terjun ke sana? ======================================== Copyright©2008 by Dunia Dalam Berita Subscribe at http://www.erepublik.com/company-18032.html to motivate us http://www.erepubliknews.com ======================================== Add as favourites (112) | Quote this article on your site | Views: 2304 | Cetak halaman ini | Kirim halaman ini melalui E-mail
Only registered users can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |